MBMA Bersiap Memulai Uptrend Pertama Sejak IPO

73
TRICK : T.R.A.I.L Stock Pick 260212

MBMA dalam Uptrend Channel sejak Maret 2025 dengan potensi menguji Resistance dari All Time High di Rp940 - Rp955.

Ada potensi naik menuju Rp880 sebelum Technical Correction menuju Rp680 (sebagai bagian dari pergerakan Zig Zag ala Channel). Selama MBMA bertahan di atas Rp520 - Rp640, Uptrend masih Intact.

MBMA berhasil Rebound dari level 200% dari Fibonacci Extention yang kami Tarik dari Maret 2024 sampai Mei 2024. Hal ini mengindikasikan Bottom sudah tercapai.

Pergerakan sejak IPO di April 2024 pun menunjukkan bahwa MBMA berpotensi memulai Uptrend-nya dengan Breakout ATH di Rp955.

Dalam Weekly Chart, SMA60 terindikasi mulai mengarah ke atas.

RSI 14 di atas level 50 mengindikasikan secara Weekly, MBMA cenderung dalam Uptrend.

ekran görüntüsü

Berikut menurut A.R.I.S :

🔋 MBMA: The Battery Materials Pure Play

MBMA adalah kendaraan investasi utama Grup Merdeka untuk sektor hilirisasi nikel dan rantai pasok baterai EV yang terintegrasi secara vertikal dari "Tambang hingga Prekursor".

1. Aset Mahkota (The Crown Jewel): Tambang SCM
  • Sulawesi Cahaya Mineral (SCM): MBMA memiliki salah satu sumber daya nikel terbesar di dunia (Limomite & Saprolite) dengan umur tambang yang sangat panjang.
  • Keunggulan Biaya: Kepemilikan tambang SCM menjamin pasokan bijih (ore) nikel yang stabil dan murah untuk smelter mereka sendiri, melindungi margin dari fluktuasi harga bijih domestik.

2. Mesin Pertumbuhan (Growth Engines)
  • Smelter RKEF (NPI): Memiliki kapasitas produksi Nickel Pig Iron (NPI) yang besar melalui smelter CS, BS, dan ZN. NPI adalah bahan baku baja nirkarat (stainless steel), memberikan arus kas (Cash Cow) yang stabil.
  • Proyek HPAL (MHP): Masa depan MBMA ada di sini. Pabrik High Pressure Acid Leaching (HPAL) mengolah bijih kadar rendah (Limomite) menjadi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), bahan baku utama katoda baterai EV.
  • Kawasan Industri: Mengelola Indonesia Konawe Industrial Park (IKIP), memberikan pendapatan berulang (recurring income) dari penyewa.

3. Investment Thesis (Mengapa Menarik?)
  • Integrasi Hulu-Hilir: Berbeda dengan pemain smelter murni, MBMA menguasai hulunya (Tambang SCM). Ini membuat struktur biayanya sangat efisien (Lowest Cost Quartile).
  • Partner Raksasa: Bermitra strategis dengan pemain global seperti CATL (raksasa baterai dunia) dan Tsingshan, menjamin teknologi, pendanaan, dan off-take (pembeli siaga) produk.
  • Sinergi MDKA: Mendapat pasokan asam sulfat murah dari Proyek AIM milik induknya (MDKA), yang krusial untuk menekan biaya produksi HPAL.

4. Profil Risiko (The Bear Case)
  • Harga Nikel: Sangat sensitif terhadap harga nikel global (LME). Isu oversupply nikel dari Indonesia sering menekan harga jual rata-rata (ASP).
  • Eksekusi Proyek: Risiko keterlambatan konstruksi atau ramp-up pabrik HPAL yang teknologinya kompleks.
  • Regulasi AS (IRA): Ketidakpastian apakah produk nikel Indonesia bisa mendapatkan subsidi EV di Amerika Serikat (Inflation Reduction Act) karena dominasi modal Tiongkok.

Kesimpulan: MBMA adalah pilihan utama (Top Pick) bagi investor yang ingin berinvestasi spesifik pada tema Baterai EV dengan fundamental aset tambang yang superior dibandingkan kompetitor sejenis.
--
Perhatian!

Kami tidak memantau perkembangan pergerakan aset ini sehingga kami sangat mungkin akan telat untuk Menutup Posisi. Kami memang tidak memberikan rekomendasi. Apa yang kami sampaikan adalah analisis serta kontrol internal dan bukan ditulis untuk diikuti.

Feragatname

Bilgiler ve yayınlar, TradingView tarafından sağlanan veya onaylanan finansal, yatırım, alım satım veya diğer türden tavsiye veya öneriler anlamına gelmez ve teşkil etmez. Kullanım Koşulları bölümünde daha fazlasını okuyun.